Belajar Dari Buah

Berikut ini adalah salah satu surat yang memberkati saya.
1. Jadilah jagung, jangan jambu monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Artinya: Jangan suka pamer.
2. Jadilah pohon pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali,lalu mati. Artinya: kesetiaan dalam pernikahan.
3. Jadilah durian, jangan kedondong. Walaupun luarnya penuh dengan kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asam dan didalamnya ada biji yang berduri. Artinya: Don’t judge a book by the cover. Jangan menilai orang dari luarnya saja.
4. Jadilah bengkuang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya putih bersih. Artinya: jagalah hati, jangan kau nodai^^
5. Jadilah tandan pete, bukan tandan rambutan. Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang. Tidak seperti rambutan ada yang kecil, ada yang besar. Artinya: selalu adil dalam bersikap.
6. Jadilah cabai. Semakin tua, semakin pedas. Artinya: semakin tua, semakin bijaksana.
7. Jadilah buah manggis. Bisa ditebak isinya dari (maaf) pantat buahnya. Artinya: jangan munafik.
8. Jadilah buah nangka. Selain buahnya, nangka memberikan getahnya kepada penjual atau yang memakannya. Artinya: berikan kesan kepada semua orang (tentu yang baik).

Allah banyak berbicara tentang “buah”. Di dalam alkitab, ada 265 ayat yang mengandung kata buah. Hal ini menunjukkan bahwa, sebagai orang kristen, kita diminta untuk berbuah. Mengapa? Karena kalau kita tidak berbuah, kita dianggap tidak produktif, bahkan harus ditebang: “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api” (Luk 3:9)

Firman di dalam matius lebih tegas lagi: “Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api” (Mat 3:10)

Agar bisa berbuah, kita harus melekat kepada sang pemberi buah itu sendiri: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam aku” (Yoh 15:4).

Allah tidak pernah tanggung2. Jika kita disuruh berbuah, Dia ingin kita berbuah lebat: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting2nya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa2” (Yoh 15:5).

Bukan hanya berbuah banyak, tetapi buah kita harus stabil: “ Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” (Yoh 15:16).

Mengapa? Karena orang di dunia hanya bisa melihat buah kita:” Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?” (Mat 7:16)/

Buah apa yang perlu kita hasilkan? Buah roh: “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya” (Gal 5:22-24).

Mari berbuah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: