nismath khayyim (nafas hidup)

TUHAN menciptakan manusia dgn cara unik dan sungguh luar biasa. Setelah mambentuk tubuh manusia secara fisik dari debu tanah, ALLAH menghembuskan nafas hidup kedalam hidung manusia ciptaan-NYA itu. Ini suatu misteri kehidupan yg harus kita fahami, sebab pemahaman atas hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas hidup kekristenan kita. Tanpa mengerti kebenaran ini, orang percaya tidak memiliki arah yang benar dalam proses pemulihan gambar ALLAH yang sudah rusak dalam kehidupan setiap individu, yang dimulai ketika manusia jatuh dalam dosa.

Apakah arti hembusan (“yippakh”) dari ALLAH itu? Kalau manusia menghembuskan nafas, dia perlu menghirup udara terlebih dahulu, tetapi tentu tidak demikian dengan ALLAH. Kalau ALLAH menghembuskan sesuatu, pastilah ada sesuatu yang keluar dari Diri-NYA. PENGKOTBAH 12 : 7 mengatakan “Debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada ALLAH yang mengauniakannya” dan IBRANI 12 : 9, mengatakan : “ALLAH ialah BAPA segala roh” Maka pastilah yang dihembuskan ALLAH adalah roh dari-NYA, yang dikaruniakan-NYA kepada manusia.

Kata “nafas hidup” dalam teks aslinya dituliskan “nismath khayyim”. Yang menarik disini, untuk kata “hidup” digunakan bentuk jamak yaitu “khayyim” bukan bentuk tunggalnya “khay”. Ini menunjukkan bahwa didalam diri manusia ada lebih dari satu komponen kehidupan, yaitu roh dari ALLAH dan nyawa manusia itu sendiri, yang bertalian dengan panca indra dan keinginan daging.

Seandainya manusia tidak menerima hembusan nafas ALLAH, bisakah manusia menjadi mahluk yang bernyawa? Tentu saja bisa. Bukankah hewan diciptakan TUHAN tanpa dihembusi nafas-NYA, namun tetap juga menjadi mahluk yang bernyawa? Bisa dibayangkan seandainya manusia diciptakan tanpa menerima hembusan “nafas hidup” dari TUHAN, maka manusia tak lebih dari hewan yang cantik dan ganteng. Fisiknya manusia tetapi karakternya tak jauh berbeda dengan hewan. (Makanya kalau ada manusia berkelakuan seperti hewan, dapat dipastikan tidak ada roh TUHAN yang menguasai kehidupannya, manusia itu menyerahkan hidupnya dibawah naluri kemanusiaannya saja, tanpa melibatkan TUHAN dalam hidupnya)

Maka kita melihat satu perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan. Manusia menerima hembusan nafas hidup dari ALLAH sedangkan hewan tidak. manusia memiliki roh dari TUHAN dalam dirinya, tetapi hewan tidak. Dengan penjelasan ini kita mengerti mengapa Paulus berbicara mengenai keinginan daging dan keinginan roh (GALATIA 5 : 16 – 26). Keinginan daging bertalian dengan nyawa manusia, sementara keinginan roh bertalian dengan roh yang dikaruniakan TUHAN (hembusan nafas hidup dari TUHAN). Jadi kalau manusia hanya menuruti keinginan dagingnya, tidak ada bedanya dengan hewan. Padahal kebenaran ini menunjukkan bahwa manusia adalah ciptaan yang paling mulia, mahkota dari semua ciptaan ALLAH, jadi kualitas hidupnya harus jauh lebih tinggi daripada hewan.

Dengan memahami kebenaran ini, ingatlah bahwa ada roh dari ALLAH yg ditempatkannya dalam diri manusia ketika diciptakan, jadi ada satu rongga dalam diri setiap manusia yang tidak dapat diisi atau dipuaskan oleh apapun kecuali oleh Pribadi TUHAN sendiri, dan ALLAH menempatkan roh-NYA dalam diri kita bukan tanpa alasan. YAKOBUS 4 : 4 – 5 “Hai kamu orang2 yang tdak setia! Tidakkah kamu tahu bawa persahabatan dengan dunia, adalah permusuhan dengan ALLAH? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadkan dirinya musuh ALLAH. janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata ; “Roh yang ditempatkan ALLAH didalam diri kita , diingini-NYA dengan cemburu!” artinya ALLAH ingin dunia ini dengan segala kesenangannya tidak mengikat hati kita, sehingga kita begitu mencintai dunia ini dan tidak ada keinginan untuk meninggalkan dunia ini kembali kepada-NYA, kita begitu sibuk mengejar kenikmatan duniawi dan keinginan daging lalu melupakan bahwa ada satu rongga dalam diri kita dimana TUHAN menempatkan Roh-NYA, dan DIA begitu rindu kita memiliki hubungan yang intim dengan DIA. Untuk membuat manusia menyadari hal itu dan berbalik kepada TUHAN, sekali lagi DIA menunjukkan betapa besar Kasih-NYA akan manusia ciptaan-NYA, maka DIA menyerahkan NYAWA-NYA. Lihatlah betapa TUHAN YESUS menganggap kita begitu berharga dimata-NYA, sehingga Roh dan Nyawa-Nya diberikan bagi kita, masihkah kita tidak mau menyambut DIA? masihkah kita menolak untuk mencintai DIA dan lebih memilih cinta dunia?
Keputusan ada ditangan kita, TUHAN menantikan kita menyambut uluran Tangan Kasih-Nya, untuk memulihkan hidup kita kembali pada rancangan-Nya yang semula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: