AVATAR

Menurut film Avatar, ‘pandora’ ialah sebuah planet di angkasa yang didiami orang yang berbeda dengan manusia biasa. Yang menarik perhatianku ialah agama dan budaya yang dianut makhluk di planet ‘pandora’ itu. Mereka berdoa dan menghormati tanda2 ajaib yang diberikan oleh yang Maha Kuasa. Merekapun peka terhadap alam dan segala jenis binatang yang hidup di alam itu. Binatang tidak boleh dibunuh tanpa mengucapkan kata yang menghormati kehidupan yang pernah mereka miliki. Kekuatan dan kemampuan khusus yang ada pada binatang apapun boleh saja dimanfaatkan asal menunjukkan kepekaan terhadap tenaga yang berada di dalamnya. Rupanya segala jenis kehidupan di planet ‘pandora’ itu memiliki dan menyadari hubungan satu sama lain yang mendalam. Kerusakan alam akan diikuti oleh usaha untuk mengembalikan keseimbangan dan kesejahteraan alam itu. Demikianlah keadaan di planet ‘pandora’.

Sebaliknya, Avatar memperlihatkan manusia yang berasal dari bumi sebagai orang yang ingin menguasai dan merampas kekuatan dan kekayaan alam itu tanpa menghormati lingkungan dan jenis kehidupan yang berada didalamnya. Mereka digambarkan sebagai orang yang suka memakai cara apapun juga untuk memiliki kekayaan alam itu. Seandainya mahluk yang tinggal di ‘pandora’ tidak menyerahkan harta dan kekayaan alam kepada pendatang dari bumi, mereka boleh saja dipaksa untuk menyerahkannya. Kalaupun mereka menolak, boleh dibinasakan. Tidak perlu lagi berusaha untuk berdialog ataupun berdiplomasi dengan mereka. Pendatang dari bumi itu digambarkan sebagai orang yang tidak peduli sedikitpun terhadap agama.

Sebagai penonton film Avatar itu, saya jadi berpikir apakah saya inilah orang yang mengutamakan keseimbangan dengan alam semesta ataukah saya termasuk pendatang dari planet bumi itu yang digambarkan sebagai mahluk yang rakus dan suka kekerasaan? Kalau saya sendiri bukan orang rakus, apakah saya secara diam2 mendukung pemerintah yang rakus supaya gaya hidupku tidak terancam? Apakah saya berusaha untuk berdialog dan berhubungan pribadi dengan orang yang berbeda pendapat dan agama denganku ataukah saya menolak dan meremehkan agama mereka? Apakah saya berusaha untuk memahami cara berpikir mereka itu?

Avatar ialah buah khayalan. Akan tetapi pertanyaan yang dimunculkannya ialah nyata.
Menjawab pertanyaan itu tidak cukup dalam hati sendiri saja. Perlu disertai tindakan nyata pula.disertai tindakan nyata pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: