Diam

Firman Tuhan ** Amsal 1:5 **

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan
baiklah orang yang berpengertian memperolah bahan
pertimbangan.

Hellen Keller menjadi tuli dan buta karena penyakit masa kecil yang tak dapat disembuhkan. Seorang gurunya yang sabar dan tekun, Anne Sullivan, mengajarnya untuk membaca lewat indra peraba, indra penciuman dan indra perasa.

Pada bagian penutupan otobiografinya Hellen Keller menulis :

Nasib — yang diam dan tak berbelas kasihan — menutup jalan. Dengan senang hati akan kutanyakan keputusan-Nya yang mutlak; Karena hatiku bergejolak-gejolak penuh gairah, namun lidahku tak akan mengeluarkan kegetiran ataupun kata sia-sia yang ada pada bibirku. Semua ini tertelan kembali kedalam hati seperti air mata yang terbendung.
Kesunyian menyelimuti jiwaku. Kemudian, datanglah pengharapan dengan senyum dan bisikan,”Ada sukacita ketika melupakan diri sendiri,” Maka, aku mencoba menjadikan terang dalam mata orang lain sebagai matahariku, dan musik dalam telinga orang lain sebagai simfoniku, serta senyum dibibir orang lain sebagai kebahagiaanku.

Diam dapat digunakan untuk menyembuhkan rasa terhina, rasa marah dan kebencian. Diam dapat digunakan dengan lebih baik untuk merenungkan, merencanakan, dan mendengarkan. Hanya jika kita benar-benar diam di hadapan Tuhan sajalah maka kita dapat mendengar suara-Nya yang tenang dan lembut berbicara dalam jiwa kita.*0*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: