Kasihi aku dengan Tulus

Firman Tuhan** Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di
tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.
(Keluaran 20:20) **

Diusia senja, anak-anaknya menitipkan Henry dipanti jompo. Henry sangat sedih karena tidak seorangpun dari anak-anaknya yang bersedia merawatnya. Kesedihan yang dialaminya semakin mendalam karena tak satupun dari anak atau cucunya datang mengunjungi dan menanyakan keadaannya. Dalam kesedihan, ia memutuskan untuk tidak keluar dari kamar jika tidak perlu dan tidak bersosialisasi dengan orang-orang dipanti jompo itu. Henry hidup menyendiri dan menghabiskan hari-harinya dengan duduk termenung dikursi goyang yang ada dikamarnya, sambil memandang keluar jendela. Pengurus panti jompo itu menghargai keputusan Henry yang ingin hidup menyendiri.

Sikap Henry itu ternyata diperhatikan oleh Mariam, yang juga adalah penghuni panti jompo tersebut. Mariam adalah wanita yang suka memperhatikan orang-orang yang dianggapnya memerlukan perhatiannya secara khusus.
Mariam meminta ijin kepada pengurus panti jompo untuk mengunjungi Henry setiap hari. Nampaknya Henry tidak keberatan dengan kunjungan Mariam, tetapi ia juga tidak memberi respon bahwa ia senang pada kunjungan Mariam yang rutin itu. Setiap hari Mariam mengunjungi Henry dengan membawa rajutan selimut yang sedang dikerjakannya. Sambil merajut Mariam menceritakan kisah hidupnya sewaktu masih bekerja di teater. Setelah rajutan Mariam selesai, maka selimut hasil karyanya itu dipamerkan di aula. Semua orang yang melihat selimut itu memberi pujian atas ketekunan Mariam. Sejak awal, Mariam sudah memutuskan untuk memberikan selimut itu kepada Henry.Saat pengurus panti jompo memanggil Henry untuk menerima selimut yang dirajut Mariam, mereka terkejut karena menemukan Henry dalam keadaan tidak bernyawa lagi.dimejanya ada sebuah amplop yang bertuliskan, “Tolong dibuka setelah aku meninggal.” Ketika mereka membuka amplop itu, maka tertulis ungkapan hatinya kepada Mariam, “Mariam, aku mencintaimu karena hanya engkau yang memperhatikan dan mengasihiku dengan tulus.”

Mariam hanya bisa menangis ketika mengetahui bahwa Henry telah tiada.
Pada usia senja, orang tua membutuhkan perhatian dan ketulusan anak-anak mereka untuk merawat mereka. Merawat dan memperhatikan orang tua adalah wujud cinta dan rasa hormat kita kepada orang tua yang telah banyak berkorban bagi kita. Jika kita menolak untuk merawat mereka pada masa tuanya.itu artinya kita dengan sengaja melukai hati mereka.
Apakah kita ingin orang tua kita meninggal dengan membawa sakit hati dan kekecewaan karena penolakan kita? Sikap kita yang sering acuh tak acuh terhadap mereka merupakan bentuk penolakan yang menyakitkan hati mereka. Tak perduli apakah itu mertua atau orang tua kandung, yang pasti kita wajib mengasihi orang tua dengan hati yang tulus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: