YESUS LAHIR 25 DESEMBER 2008???

Seorang sahabat yang sama2 penulis, mengirimi saya sebuah berita menarik dari Peru. Pada tanggal 25 desember 2008 lalu, Viergen Maria Huarcaya menggendong bayi yang baru dilahirkannya pada hari Natal itu dan diberinya nama Jesus. Yang menarik, ayah bayi itu Adolfo Jorgeo Huamani, 24 Tahun, adalah seorang tukang kayu. Berita kelahiran yang dilaporkan Carlos Lezama Andina dari kantor berita Reuter itu langsung menjadi berita nasional di Peru.
Bagi orang Indonesia, memberi nama bayi dengan nama rasul atau murid2 Yesus atau tokoh Alkitab lainnya merupakan hal yang biasa, tetapi tidak nama Yesus. Namun, orang Filipina tidak alergi memakai nama Yesus.
Bagi saya pribadi, nama Yesus baru berarti jika ditujukan kepada Sang Penebus, yaitu Yesus Kristus. Karena nama Yesus pun bisa dipakai oleh penjahat. Tidak percaya? Lihat ayat berikut ini: “Dan pada waktu itu ada dalam pejara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas” (Mat 27:16). Yang penting kita harus memilih Yesus yang benar seperti yang Pilatus tawarkan kepada orang Yahudi saat itu : “Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “ Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” (Mat 27:17)
Meskipun demikian, bagi saya nama itu sangat penting. Walaupun William Shakespeare berkata, “ What’s is in a name?” saya percaya, ia pasti ogah jika namanya diganti Pek’en, Sak’karepe! =p
Oleh sebab itu, jangan memberi nama anak kita sembarangan. Saya pernah membaca di media massa bahwa ada seorang tokoh yang dipermasalahkan oleh catatan sipil karena memberi nama anaknya Gempur Soeharto.
Selama kehamilan , jangan cemas dan khawatir terhadap hal2 yang aneh2. Misalnya, “jangan menggunting kain saat hamil. Nanti anaknya sumbing!” , “ jangan menyaksikan film yang tokohnya jelek, nanti ketular ke bayimu!” mengapa? “Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku” ( Ayub 3:25)
Sebaliknya, ucapkanlah syukur kpd Tuhan atas bayi yang ada di dalam kandungan dan harapkan yang terbaik dari Tuhan. Beri nama baik juga. Bagaimana memberi nama anak?
Pertama, kita bisa membaca Alkitab. Banyak nama anak yang baik. Misalnya, jika kita punya dua anak perempuan (kembar atau tidak), kita bisa memberi nama seperti anak2 perempuan Ayub: Yemima dan Kezia. Nama anak perempuan Ayub yang ketiga cukup bagus kalau diambil nama depannya, yaitu “Keren”! luar biasa kan punya anak yang keren plus beken? ^^
Tetapi nama lengkapnya agak aneh di telinga orang Indonesia, yaitu Kerenhapukh. Masak kita panggil anak kita “Pukh, Pukh, Pukh!”? ^o^
Kedua, kita bisa juga mengambil nama tokoh kristen yang kita kagumi yang kesaksian hidupnya sungguh memuliakan Tuhan.
Ketiga, ini yang sering kita pakai, yaitu perpaduan nama ayah dan ibunya. Namun jangan asal comot. Misalnya, jika bapaknya Kuncoro Abimayu dan ibunya Tilana Kusumo, jangan digabung, nanti malah jadi Kuntilanak, (wkwkwkw…XD)

Sumber : QXP

JBU ALL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: